happy blogging...^^ contact me on : benidektus_jb@yahoo.co.id

Sabtu, 22 November 2008

Banyak Orang Mencari TUHAN

Sejak zaman dahulu orang selalu bertanya apakah Tuhan ada atau tidak. Kalau engkau telah yakin bahwa Dia ada, langkah selanjutnya adalah mencari jalan untuk mencapai-Nya. Seperti pada masa lalu, masalah bagaimana dan di mana menemukan Tuhan tetap merupakan pertanyaan yang membingungkan umat manusia masa kini.
Untuk mendapatkan intan engkau harus menggali jauh ke dalam tanah. Engkau tidak menemukannya bergantungan di pohon. Begitu pula engkau tidak akan menemukan permata yang sangat berharga ini yaitu Tuhan, tergeletak di luar dan mudah dilihat oleh semua orang.
Kita harus berusaha mencarinya di dalam diri kita sendiri. Badan kita bukan barang biasa. Ia adalah pura Tuhan atau kereta yang membawa Tuhan. Dalam dunia yang boleh dianggap sebagai desa yang besar, Tuhan diarak dalam kereta yang disebut badan (raga) ini.
Tidak baik bila kita tidak mempedulikan badan atau mengabaikannya atau menggunakannya secara tidak pantas atau untuk berbuat jahat. Badan ini harus digunakan hanya untuk melakukan kegiatan yang baik dan tidak mementingkan diri sendiri. kita harus menjaganya dengan baik serta menyucikannya dengan menggunakannya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.


Merupakan kemujuran yang luar biasa bahwa kita lahir sebagai manusia. Karena itu, perahu suci yang dapat membawa kita ke tempat tujuan ini harus digunakan dengan seksama sehingga dapat menyeberangi lautan kehidupan dengan selamat. Dalam samudra ini hidup buaya-buaya yang amat mengerikan, serta berbagai makhluk lain yang menakutkan dan berbahaya bagimu. Buaya-buaya yang mengancam itu melambangkan enam musuh manusia yaitu kemarahan, ketamakan, nafsu birahi, kebencian, kecongkakan, dan iri hati. Mereka menghuni setiap tahap lautan kehidupan duniawi yang tak dapat diduga ini. Samudra itu sendiri merupakan campuran unsur-unsur yang berlawanan seperti kegembiraan dan kesedihan, hal yang menarik dan hal yang menjijikkan; bila engkau berada dalam samudra kehidupan ini, amat sulit mengatakan kapan engkau akan mendapat kebahagiaan dan kapan engkau akan jatuh ke lembah kesedihan.
Bila kita dikelilingi oleh demikian banyak buaya, cara yang terbaik untuk menyelesaikan perjalanan dengan selamat ialah dengan melihat kesatuan dalam segala sesuatu. Kita harus yakin sepenuhnya dengan prinsip ketuhanan, Tuhan dalam wujud nyata yang cemerlang, ada dalam setiap manusia dan setiap benda. Kalau engkau menyadari keberadaan Tuhan dalam setiap makhluk, dan menyadari kesatuan dalam semua yang tampak sebagai kebhinekaan ini, maka engkau tidak akan dapat lagi membenci orang lain.
Berbagai macam pemujaan ritual seperti menyanyikan kidung kerohanian, melakukan ibadah dan mengulang-ngulang nama Tuhan, akan tampak sangat remeh bila kita telah menyadari keberadaan Tuhan dalam setiap hati manusia. Hanya bila kita tidak mengetahui keberadaan ini, kita mementingkan berbagai pelaksanaan ibadah. Namun sebelum kita menguasai teknik berenang, kita perlu menggunakan berbagai alat bantu agar dapat mengapung sewaktu belajar berenang. Bila kita telah pandai berenang, alat-alat itu tidak diperlukan lagi. Demikian pula berbagai jenis ibadah diperlukan hingga engkau benar-benar mengerti arti Tuhan.
Sifat-sifat yang terpuji akan bersemi bila keenam musuh manusia dikuasai. Dapatkah hal ini dilakukan dengan mudah? Ya, keenam musuh manusia itu dapat ditaklukkan bila kita menyadari kebenaran bahwa Tuhan Yang Maha Esa berada di mana-mana dalam kelima unsur alam dan Dialah yang menggerakkan semua makhluk. Sebelum engkau menyadari hal ini dan mengalaminya, kita tidak akan memperoleh kepuasan yang sejati dalam apa pun juga yang kau kerjakan.
Jika dalam mulutmu ada garam, maka juice manis apa pun yang kau minum akan tetap terasa asin. Pertama keluarkan garam itu dan bersihkan mulutmu, maka engkau akan dapat merasakan manisnya. Jika garam sudah tidak ada, engkau dapat menikmati sepenuhnya kelezatan juice yang kau minum. Demikian pula halnya jika engkau dapat menyingkirkan sifat-sifat buruk yang ada pada dirimu seperti kebencian, kemarahan, kecemburuan, kecongkakan, keserakahan, dan keakuan, maka engkau akan dapat merasakan manisnya belas kasihan, manisnya pengorbanan, manisnya kedermawanan, manisnya kesetiakawanan, dan manisnya cinta Tuhan.
Banyak orang mencari Tuhan untuk mengungkap semua misteri kehidupan yang sudah menjadi pertanyaan banyak orang. Dengan berbagai cara orang akan berusaha untuk mencari dan mendekati Tuhan. Orang ingin memahami Tuhan dengan berpikir dan merenungkan kehidupan dan alam lingkungannya. Orang yang mencari Tuhan, berusaha untuk membangun relasi dengan-Nya. Di sini orang memiliki daya untuk sampai pada pengetahuan adanya Tuhan dan mampu menghayati perjumpaan dengan Tuhan.
Ketika kita bertanya Apakah Allah ada? Banyak orang akan menjawab: Banyak karena pikiran mereka kreatif, Tidak ada sebab menyaingi dirinya, Satu tapi entah yang mana. Alkitab menjawab dengan Tegas Allah itu adalah SANG ADALAH atau ADALAH ALLAH. Perjanjian Baru menekankan kesamaan Yesus dengan YHWH ketika Ia berkata dalam Yohanes 8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada. Dalam Injil Yohanes kita akan menemukan 7 kata "AKU ADALAH“. Yesus memakai beberapa kiasan yang menyiratkan sifat adikodratiNya. Yaitu ketika Yesus mengatakan:

1. Akulah roti yang telah turun dari sorga. (Yoh 6:41, 51)
2. Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. (Yoh 8:12, 9:5)
3. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. (Yoh 10:9)
4. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yoh 10:11)
5. Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (Yoh 11:25)
6. Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14:6)
7. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yoh 15:1,5)

Pernyataan diatas merupakan berbagai pernyataan yang diambil dari sebuah referensi untuk memberi gambaran kepada kita tentang Tuhan yang kita yakini. Dapat kita lihat bahwa Tuhan memiliki sifat akodratiNya dan sifat keilahianNya.
Orang berusaha untuk mengimani Tuhan dan membangun iman terus menerus dengan maksud untuk memperkokoh hidup dan mendapatkan kekuatan dari-Nya, serta mendapatkan kebahagiaan abadi bersama-Nya. Usaha untuk menemukan Tuhan tidak selamanya lancar. Banyak hambatan yang berasal dari diri sendiri dan dari luar diri kita.
Bagi orang yang menyadari kebutuhan akan ilahi, hal ini menjadi daya dorong yang hebat untuk semakin tekun berziarah mencari Tuhan. Dewasa ini, kebanyakan orang tidak peduli akan urusan mencari Tuhan. Kondisi masyarakat saat ini yang bersifat materialistis dan konsumtif, sangat mempengaruhi semangat keagamaan seseorang. Nilai yang diunggulkan adalah nilai kekuasaan dan nilai materi. Sekarang ini orang kaya lebih dipercaya daripada orang jujur, orang yang memiliki kekuasaan lebih dihargai daripada orang yang hidupnya suci.
Tapi kita sebagai generasi muda harus mampu menemukan Tuhan dalam diri kita. Kata orang, "Carilah, carilah dan hal itu akan kau temukan." Jika kita mencari Dia dalam badan kita dengan kesungguhan hati, kita pasti akan menemukan-Nya. Jika kita mencari sesuatu dalam ruangan yang penuh barang, hanya dengan kesungguhan kita akan dapat menemukan barang yang kita cari. Tanpa berusaha mencari barang itu tidak akan pernah kita temukan.
Jika kita ingin dekat Tuhan, kita harus mengembangkan sifat suci cinta kasih ini. Hanya dengan cinta kasih kita akan dapat menghayati Tuhan, karena Dia adalah cinta kasih itu sendiri.
Jika kita ingin melihat bulan tidak perlu memakai lilin atau obor. Cahaya bulan itu sendiri sudah cukup untuk melihat bulan. Jika kita ingin melihat Tuhan, kita hanya perlu membenamkan diri kita dalam cinta kasih. Penuhilah dirimu dengan kasih, engkau pasti akan mencapai Tuhan.

1 komentar:

Andre mengatakan...

walaupun banyak orang cari Tuhan, tapi banyak juga atheis mas. oleh sebab itu sudah menjadi tugas kita umat kristen untuk memberi tahu mereka tentang kebenaran firman Tuhan, syalom :)

Jasa Pembunuh Bayaran