happy blogging...^^ contact me on : benidektus_jb@yahoo.co.id

Sabtu, 22 November 2008

Mengapa Jerman???

Mengapa studi di Jerman? Pertanyaan ini cukup sulit dijawab. Ada bermacam-macam alasan mengapa Jerman dipilih sebagai negara tujuan studi. Kualitas pendidikan di Jerman, Jerman sebagai pusat teknologi dan sains di Eropa, pengalaman internasional dan bahasa jerman adalah alasan-alasan utama mengapa mahasiswa asing datang ke Jerman untuk belajar. Sebagian mengharapkan masa depan yang lebih baik dengan pendidikan yang lebih baik di luarnegri. Alasan ekonomi pun termasuk sebagai salah satu alasan, karena biaya studi di Jerman relatif lebih rendah dibanding negara-negara industri lainnya. Ada juga yang ingin mencoba belajar hidup jauh dari rumah dan orang tua, suatu hal yang tentu saja tidak ringan.


Sebelum mengambil keputusan, ada baiknya untuk mengumpulkan terlebih dahulu informasi tentang studi di Jerman dan Jerman sendiri. Kedutaan Jerman adalah tujuan yang pertama untuk memperoleh informasi. Di kota-kota besar informasi dapat didapatkan juga di Goethe Institut, disana dapat dibaca informasi tentang Jerman dan kemungkinan studi di Jerman. Selain itu juga ditawarkan presentasi-presentasi mengenai bermacam-macam tema yang berhubungan dengan Jerman. Tema mengenai kehidupan disana, masyarakat dan budaya, alam, sejarah, literatur hingga musik. Adalah sangat bermanfaat untuk mendapatkan kesan pertama tentang Jerman, khususnya jika tidak adanya kesempatan mengunjungi Jerman sebelum mulai studi disana. Di Jakarta dapat dihubungi pula institusi pertukaran pelajar Jerman-Indonesia Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD). Sangat menguntungkan pula jika ada kenalan yang pernah sekolah maupun yang masih sekolah di Jerman. Pengalaman-pengalaman pribadi, kiat-kiat studi di Jerman dapat diperoleh dari tangan pertama. Tapi tentu saja setiap orang mempunyai pengalaman-pengalaman tersendiri yang harus kita dengar dan nilai secara objektif. Sangat penting untuk diketahui adalah sistim pendidikan Jerman yang sangat berbeda dengan Iindonesia. Sistim kredit tidak dikenal disana, lama program studi resmi tidak menjamin bahwa dalam kurun waktu itu studi dapat diselesaikan. Waktu rata-rata yang diperlukan orang asing untuk selesai di universitas (tingkat master degree di Universitat, Technische Universitat, Technische Hochschule) adalah 14 semester (bandingkan dengan program resmi 9 semester). Perlu ditambahkan juga masa Studienkolleg sebanyak 2 semester. Dan satu semester tambahan untuk sekolah bahasa bagi calon mahasiswa yang belum menguasai bahasa Jerman. Lama masa studi ini harus ikut diperhitungkan dalam rencana pembiayaan studi. Jurusan studi apa yang diminati umumnya diperoleh setelah tinggal di Jerman. Beberapa jurusan studi tertentu tidak mempunyai persektif kerja di Indonesia, dan karena itu tidak dianjurkan untuk mahasiswa dari Indonesia. Untuk jurusan-jurusan itu harus dipikirkan juga apakah lebih baik untuk memilih jurusan yang lain. Juga tidak dianjurkan memilih jurusan studi dari hanya nama bidang studi (seperti teknik elektro, metalurgi) tanpa mengetahui isi dari program studi itu sendiri. Jurusan informatika contohnya lebih banyak membahas ilmu informatika dalam lingkup matematika dan sains, dan bukannya dalam lingkup teknik komputer maupun komputer praktis yang umumnya ditemui di indonesia. Kesalahpahaman ini dapat mengakibatkan kecewaan yang sangat besar. Studi di Jerman dengan pembiayaan sendiri tidak dianjurkan. Berbeda dengan masa-masa lampau mahasiswa asing dari luar Masyarakat Eropa kini hanya diijinkan untuk bekerja maksimal selama tiga bulan dalam setahun, yang umumnya dapat digunakan selama vorlesungsfreie Zeit (vorlesungsfreie Zeit adalah "masa libur" dalam arti sempit, karena dimasa ini umumnya ujian ditulis, tugas praktek dikerjakan; masa libur seperti yang dikenal di Indonesia tidak dikenal di Jerman). Bekerja di universitas, yang tidak mudah didapatkan, dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa ijin khusus (maksimal 19 jam/minggu). Kesempatan bekerja ditempat lain membutuhkan ijin kerja (Arbeitserlaubnis) yang sangat sulit diperoleh. Sebelum terjerumus kedalam kesulitan, ada baiknya untuk dipikirkan lebih dahulu apakah usaha ini layak untuk dicoba. Hal ini adalah kenyataan pahit yang banyak tidak disadari oleh calon-calon mahasiswa. Bantuan finansiil bagi yang memerlukan harus dimohon dari Indonesia dan sebelum tiba di Jerman. Beasiswa sangat sulit diperoleh di Jerman, karena biaya studi yang rendah (sangat ini RWTH Aachen hanya memungut biaya pengeluaran sosial, Sozialbeitrag sebanyak 65 DM/semester) sudah dianggap sebagai beasiswa dari pemerintah Jerman. Dan beasiswa yang tersedia umumnya sudah dibagikan di negara asal penerima.
Penggunaan biro jasa untuk studi ke Jerman sangat tidak dianjurkan, karena biaya yang harus dikeluarkan untuk biro jasa sangat tidak sepadan dengan usaha yang dikeluarkan oleh biro jasa. Persiapan studi di Jerman dapat dilakukan sendiri dengan mudah dan dengan biaya yang sangat rendah.
Bahasa Jerman: "Bahasa Jerman adalah bahasa yang sulit". Pendapat ini sering terdengar, juga dari orang-orang Jerman sendiri. tetapi dari kenyataan yang ada bahwa sangat banyak orang asing dapat menguasai bahasa Jerman dengan baik. Kita tidak perlu takut dengan bahasa Jerman, tentu saja untuk menguasai suatu bahasa tertentu tidak mudah. Dengan kemauan dan usaha pasti akan diperoleh hasil yang memuaskan.
Sangat dianjurkan juga untuk memulai belajar bahasa Jerman dari masa sekolah. Belajar bahasa secara perlahan dan dalam waktu yang lama akan memberikan dasar yang kuat. Pengembangan kemampuan berbahasa selanjutnya akan jauh lebih mudah dan selain itu juga meringankan beban studi secara berarti. Bahasa Inggris tidak digunakan sehari-hari di Jerman. Janganlah mencoba membayangkan untuk berkomunikasi dengan orang Jerman dengan bahasa Inggris. Oleh karena itu kemampuan berbahasa Jerman yang minimal sangat diharapkan sudah dimiliki sewaktu tiba di Jerman.
Studi di Jerman membutuhkan visa khusus yang dapat diperoleh di kedutaan besar Jerman di Jakarta. Karena permohonan visa akan dikirimkan ke kota tujuan untuk diproses, harus diperhitungkan juga lamanya proses permohonan ini yang memakan waktu sekitar tiga minggu sampai tiga bulan. Datang ke Jerman dengan visa turis dan kemudian menggantinya dengan visa studi disana adalah sesuatu tidak mungkin.