happy blogging...^^ contact me on : benidektus_jb@yahoo.co.id

Sabtu, 22 November 2008

Kadar OCEAN yang Ada Dalam Diriku

Setelah mengisi kuesioner dari buku Re-code Your Change DNA karya Rhenald Kasali, saya memperoleh point-point di tiap bagiannya. Pada tiap baginnya memiliki 2 kolom, yaitu kolom A dan dan kolom B.
Pada bagian I pada kolom A saya memperoleh 2 point sedangkan pada kolom B saya memperoleh 4 point. Menurut penjelasan yang juga dicantumkan dalam kuesioner itu, saya termasuk pribadi yang menarik dalam situasi yang chaos, yang menutut adanya pembaharuan. Saya memiliki suatu kebijakan yang berpotensi mengembangkan kearifan, memajukan organisasi di masa depan dan mengmbangkan manusia. Di situ juga dikatan bahwa saya mau mengambil resiko dengan cara berpikir yang berbeda dan tidak terbelenggu oleh tradisi. Kemudian disitu juga dikatakan bahwa keterbukaan dan pengalaman dapat membawa saya sebagai pembaharu yang menantang cara-cara pandang lama.


Setelah memahami penjelasan yang ada dalam kuesioer tersebut, saya menjadi sadar bahwa sebenarnya saya adalah orang yang memiliki pikiran yang terbuka. Dalam pengalaman hidup saya ternyata saya juga menyadari bahwa saya selalu memiliki kelenturan terhadap informasi yang baru, sehingga saya tidak pernah menganggap bahwa apa yang selama ini kita ketahui adalah sesuatu kebenaran yang mutlak. Contohnya saya tidak pernah beranggapan bahwa perempuan lebih lemah dari laki-laki. Saya yakin bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan memberikan kelebihan dan kekurangannya.
Pada bagian II pada kolom A saya memperoleh 6 point sedangkan pada kolom B saya tidak memperoleh point. Menurut penjelasan yang juga dicantumkan dalam kuesioner itu, saya adalah termasuk pribadi yang persisten, termotivasi tinggi untuk menyelesaikan perubahan, tidak mudah menyerah atau menggampangkannya. Dikatakan juga bahwa saya adalah seseorang yang dapat diandalkan dan apapun yang saya capai adalah adalah cermin dan jati diri saya yang sebenarnya, bukan gelar semata-mata yang diperolah dengan cara menyogok. Menurut penjelasan, saya adalah seorang yang bekerja dengan terorganisir. Meski tidak selalu rapih dan tertib, saya tahu kapan harus selesai apa dan bagaimana menyelesaikannya. Saya bekerja konseptual, step by step, sistematis dan penuh tanggung jawab.
Pada bagian II ini juga sangat sesuai dengan kepribadian saya yang biasa saya jalani. Sebagai contoh saya sangat menghargai waktu, tidak perlu didorong-dorong dan bekerja dengan target. Sejak masuk SMA Kolese de Britto hingga saat ini keterlambatan saya dalam mengumpulkan tugas-tugas, apabila dihitung tidak akan lebih dari jumlah jari yang ada dalam tangan kanan anda. Kedisiplinan juga sudah ditanamkan dalam diri saya sejak saya masih balita. Sebagai bukti, saya tidak pernah terlambat masuk sekolah sejak TK hingga saat sata mengerjakan tugas ini.
Pada bagian III pada kolom A saya memperoleh 2 point sedangkan pada kolom B saya memperoleh 4 point. Menurut penjelasan yang juga dicantumkan dalam kuesioner itu, saya termasuk orang yang extrovert. Dikatakan bahwa saya termasuk orang memiliki keberanian dan kekuatan untuk melakukan perubahan. Walaupun dalam melakukan perubahan pasti ada gangguan, namun saya selalu merasa ”nothing to lose”. Di situ juga diungkapkan bahwa saya lebih mementingkan perubahan daripada sebuah jabatan.
Setelah saya kembali membuka buku album pengalaman saya, akhirnya saya menyadari bahwa sebenarnya hal-hal yang dibicarakan dalam penjelasan-penjelasan yang ada sesuai dengan apa yang selama ini saya perbuat. Saya selama ini sangat terbuka terhadap orang lain. Saya cenderung senang berkawan, bekerja dalam kelompok, lugas, berenergi, bergairah, percaya diri, penuh keberanian, dan percaya pada orang lain.
Pada bagian IV pada kolom A saya tidak memperoleh point sedangkan pada kolom B saya memperoleh 5 point. Menurut penjelasan yang juga dicantumkan dalam kuesioner itu, saya adalah pribadi yang cenderung lebih percaya dan lebih relasional dalam membuat keputusan, tidak mudah tersinggung dan lebih kreatif. Menurutnya, saya beranggapan bahwa peraturan dibuat untuk manusia, dan supaya adaptif maka diperlukan kelenturan-kelenturan. Saya tidak suka mempermasalahkan suatu masalah kecil, tetapi saya cenderung tidak mempersulit sepanjang itu dilakukan untuk kehidupan yang labih baik dan lebih relevan. Di situ juga dikatakan bahwa saya dapat ”memilih” siapa-siapa saja yang harus saya tekan dan hadapi, dan mana yang masih dapat dibina.
Bagi saya, saya adalah seorang yang cinta damai. Sebisa mungkin saya menghindari konfrontasi, tetapi bila diperlukan saya akan selalu memiliki keberanian untuk menghadapinya. Sebagai contoh, ketika saya sedang ada sedikit permasalahan dengan beberapa teman di lingkungan ruma saya, saya menghadapinya dengan kepala dingin dan sangat menghindari adanya perkelahian. Bukannya saya takut untuk berkelahi dengan mereka namun, dibalik semua kejadian itu hanya terjadi sebuah kesalah pahaman diantara kami. Bagi saya prinsipnya adalah berani karena benar, takut karena salah. Dalam hal kesetian pada kesepakatan, ternyata saya juga telah melakukannya selama ini. Saya selalu setia pada kesepakatan yang telah disepakati bersama. Apabila ada kesepakatan yang tidak sesuai dengan pendapat saya, maka saya akan bicara sebelum kesepakatan itu dibuat.
Pada bagian V pada kolom A saya tidak memperoleh point sedangkan pada kolom B saya memperoleh 5 point. Menurut penjelasan yang juga dicantumkan dalam kuesioner itu, saya cenderung lebih tenang, tidak larut dalam emosi atau gerakan-gerakan yang membenturkan antar kelompok, tidak terlalu mencemaskan hal-hal yang belum pasti kebenarannya, dan lebih kreatif dalam bekerja. Akibatnya, saya menjadi lebih optimis menghadapi hari esok. Apabila saya mendapatkan tekanan maka saya beranggapan bahwa itu adalah hal biasa, yang harus dihadapi. Menurutnya, saya mungkin saja kecewa, sedih atau cemas namun hanya sebentar saja, tidak sampai membuat saya berlarut-larut dalam kegelisahan.
Menurut penjelasan yang dijelaskan oleh kuesioner tersebut maka saya adalah orang yang tahan menghadapi tekanan hidup. Sebagai contoh, ketika saya mengalami kegagalan dalam studi saya di awal semester I di kelas X. Saat itu saya merasa kecewa dan sedih melihat hasil saya. Namun, karena saya memiliki keteguhan hati untuk menghadapi tekanan, saya tidak lantas putus asa. Saya justru menjadikannya sebuah pelajaran hidup. Saya menjadikannya menjadi pemacu belajar saya untuk blok berikutnya. Menurut saya tekanan dapat menimbulkan gangguan keseimbangan emosi. Emosi yang labil dapat mengacaukan proses pengambilan keputusan, kejernihan berpikir dan hubungan dengan orang lain. Untuk itu saya selalu berusaha untuk tahan dan terbuka menghadapi tekanan sehingga mampu mengendalikan diri, tidak emosional, dan tidak mudah cemas.