happy blogging...^^ contact me on : benidektus_jb@yahoo.co.id

Sabtu, 22 November 2008

Mobilitas Sosial

1. Jelaskan Pengertian umum Mobilitas Sosial !
Jawab :
Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain.

2. Jelaskan disertai contoh mobilitas vertikal naik/social climbing !
Jawab :
Social climbing adalah mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang. Contohnya : Seorang tukang becak yang mendapatkan hadiah kemudian menjadi seorang jutawan.

3. Jelaskan disertai contoh mobilitas vertikal turun/social sinking !
Jawab :
Social sinking merupakan proses penurunan status atau kedudukan seseorang. Proses social sinking seringkali menimbulkan gejolak psikis bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya. Contoh : Seorang pejabat yang melakukan korupsi kemudian ditahan dan menjadi orang gila.


4. Jelaskan disertai contoh mobilitas antar wilayah !
Jawab :
Mobilitas antar wilayah merupakan proses perpindahan status seseorang atau sekelompok orang dari satu wilayah ke wilayah lain. Hal ini terjadi karena adanya perubahan dalam suatu struktur masyarakat yang disebabkan oleh faktor ideologi, politik, ekonomi, maupun faktor sosial budaya. Contoh : seorang buruh tani di musim paceklik pindah menjadi buruh bangunan, yang artinya petani tersebut pindah pekerjaan karena tidak ada lagi pekerjaan yang bisa dilakukan di desanya.



5. Jelaskan disertai contoh mobilitas antar generasi !
Jawab :
Mobilitas antargenerasi adalah perpindahan status atau kedudukan yang terjadi dalam dua generasi atau lebih. Mobilitas antargenerasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu mobilitas intergenerasi dan mobilitas intragenerasi. Contoh: Sebuah keluarga yang anggota keluarganya memiliki kedudukan sosial yang berbeda-beda.

6. Jelaskan disertai contoh mobilitas inter generasi !
Jawab :
Mobilitas intergenerasi adalah perpindahan status atau kedudukan yang terjadi di antara beberapa generasi. Mobilitas intergenerasi terdiri dari dua bentuk, yaitu mobilitas intergenerasi yang naik, contohnya kakeknya sebagai petani; bapaknya sebagai camat; sedangkan anaknya seorang pengusaha dan mobilitas intergenerasi turun contohnya kakeknya sebagai bupati, bapaknya sebagai camat dan anaknya sebagai ketua RT.

7. Jelaskan disertai contoh mobilitas intra generasi !
Jawab :
Mobilitas intragenerasi adalah perpindahan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama. Dalam mobilitas ini bisa juga terjadi gerak naik dan turun. Contoh yang naik adalah ayahnya menjadi guru, sedangkan anaknya sebagai kepala sekolah. Contoh yang turun adalah kakaknya sebagai direksi, sedangkan adiknya sebagai karyawan.

8. Jelaskan disertai bagan mobilitas sosial dalam stratifikasi sosial terbuka !
Jawab :
Masyarakat yang memiliki sistem stratifikasi sosial terbuka memberi kesempatan pada para anggotanya untuk melakukan mobilitas sosial. Mobilitas sosial yang dapat terjadi dapat berupa social climbing ataupun social sinking. Hal ini terjadi karena dalam masyarakat yang berstratfikasi sosial terbuka komunikasi antar anggota masyarakat dari berbagai strata bersifat lebih terbuka serta proses komunikasi dan perubahan berjalan lebih lancar. Misalnya pada masyarakat modern.


Stratifikasi atas

Stratifikasi Menengah

Stratifikasi bawah

9. Jelaskan prinsip-prinsip umum mobilitas sosial vertikal !
Jawab :
 Tidak ada satu pun masyarakat yang mutlak tertutup terhadap mobilitas sosial vertikal.
 Seterbuka apapun suatu masyarakat terhadap mobilitas sosial, terkadang tetap ada hambatan-hambatan.
 Karena jika tanpa hambatan, maka tak akan ada stratifikasi sosial yang menjadi ciri umum setiap masyarakat.
 Setiap masyarakat pasti memiliki tipe mobilitas sosial vertikal sendiri, tidak ada tipe yang berlaku umum bagi setiap masyarakat.
 Laju mobilitas sosial dibedakan oleh faktor ekonomi, politik, dan pekerjaan yang berbeda-beda.
 Mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, dan pekerjaan, tidak menunjukkan adanya kecenderungan yang kontinu tentang bertambah atau berkurangnya laju mobilitas sosial.

10. Jelaskan disertai contoh faktor-faktor pendorang mobilitas sosial !
Jawab :
a. Faktor Struktural
Faktor struktural adalah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya. Contoh konkretnya, yaitu ketidakseimbangan jumlah lapangan kerja yang tersedia dibandingkan dengan jumlah pelamar kerja.
b. Faktor Individu
Faktor individu, adalah kualitas seseorang, baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan, penampilan, maupun keterampilan pribadi. Contoh : Kemampuan seseorang yang berbeda-bada membuat orang melakukan mobilitas sosial.
c. Status Sosial
Setiap manusia dilahirkan dalam status sosial yang dimiliki oleh orang tuanya, karena ketika ia dilahirkan tidak ada satu manusia pun yang memiliki statusnya sendiri. Apabila ia tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan oleh orang tuanya, ia dapat mencari kedudukannya sendiri di lapisan sosial yang lebih tinggi, tentu saja dengan melihat kemampuan dan jalan yang dapat ditempuh, dan hal ini hanya mungkin dalam masyarakat yang memiliki struktur sosial yang luwes.
Contoh : Seorang anak yang terlahir dari keluarga miskin kemudian karena ia ingin merubah status sosialnya dia melakukan mobilitas social dengan cara belajar yang tinggi.
d. Keadaan Ekonomi
Keadaan ekonomi dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial. Orang yang hidup dalam keadaan ekonomi yang serba kekurangan, misalnya daerah tempat tinggal yang tandus karena kehabisan sumber daya alam, kemudian mereka yang tidak mau menerima keadaan ini berpindah tempat tinggal ke daerah lain (bermigrasi) atau ke kota besar (berurbanisasi). Secara sosiologis mereka dikatakan mengalami mobilitas.
e. Situasi Politik
Situasi politik dapat menyebabkan terjadinya mobilitas sosial suatu masyarakat dalam sebuah negara. Keadaan negara yang tidak menentu akan mempengaruhi situasi keamanan yang bisa mengakibatkan terjadinya mobilitas manusia ke daerah yang lebih aman. Atau bisa juga disebabkan oleh sistem politik pemerintahan yang bertentangan dengan hati nurani maupun paham yang dianut. Jadi, meskipun negaranya subur (kaya akan sumber daya alam), namun kondisi politik yang tidak kondusif bisa mempengaruhi masyarakatnya.
f. Kependdudukan (Demografi)
Faktor kependudukan biasanya menyebabkan mobilitas dalam arti geografik. Di satu pihak pertambahan jumlah penduduk yang pesat mengakibatkan sempitnya tempat pemukiman, dan di pihak lain kemiskinan yang semakin merajalela. Keadaan demikian mendorong sebagian warga mayarakt mencari tempat kediaman yang lain. Misalnya, kepadatan di Pulau Jawa mendorong para penduduk mengikuti program transmigrasi ke luar Pulau Jawa.


g. Keinginan Melihat Daerah Lain
Adanya keinginan melihat daerah lain mendorong masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain, misalnya bereaksi ke daerah-daerah tujuan wisata.

11. Jelaskan disertai contoh 8 saluran mobilitas sosial !
Jawab :
1. Angkatan Bersenjata
Seseorang yang tergabung dalam angkatan bersenjata biasanya ikut berjasa dalam membela nusa dan bangsa sehingga dengan jasa tersebut ia mendapat sejumlah penghargaan dan naik ke status yang lebih tinggi.
Contoh :Seorang anggota tentara yang ikut berperang kemudian mendapatkan penghargaan atas kegigihannya.
2. Pendidikan
Pendidikan, baik formal maupun non formal merupakan saluran untuk mobilitas vertikal yang sering digunakan, karena melalui pendidikan seseorang bisa mengubah statusnya dari status di strata bawah ke status strata atas.
Contoh : Seorang pemulung yang memiliki niat sekolah yang tinggi hingga akhirnya dia mampu untuk merubah status sosialnya.
3. Organisasi Politik
Seorang anggota parpol yang profesional dan punya dedikasi yang tinggi serta loyal terhadap partainya, kemungkinan besar akan cepat mendapatkan status dalam partainya, bahkan mendapat peluang yang besar menjadi anggota dewan legislatif maupun eksekutif.
Contoh : Seorang anggota partai politik yang memiliki kemampuan tinggi sehingga diangkat menjadi caleg oleh partainya.
4. Lembaga Keagamaan
Lembaga ini merupakan salah satu mobilitas vertikal, meskipun setiap agama menganggap bahwa setiap orang mempunyai kedudukan yang sederajat, tetapi pemuka-pemuka agama selalu berusaha keras untuk menaikkan status mereka yang berkedudukan rendah dan kedudukan yang lebih tinggi.
Contoh : Seorang ustad yang baik kemudian dijadikan panutan bagi orang banyak

5. Organisasi Ekonomi
Organisasi lini, baik yang bergerak dalam bidang perusahaan maupun jasa umumnya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal karena dalam organisasi ini posisi sosial bersifat relatif terbuka.
Contoh : Seseorang yang diambil dari universitasnya untuk menjadi pegawai suatu perusahaan.
6. Organisasi Profesi
Organisasi profesi lainnya yang dapat dijadikan sebagai saluran mobilitaas vertikal, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan Ikatan Sarjana Indonesia (ISPI).
Contoh : Seseorang menjadi meningkat status sosialnya setelah mengikuti organisasi profesi ini.
7. Perkawinan
Melalui perkawinan seseorang dapat menaikkan statusnya. Misalnya, wanita yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja menikah denga pria yang status sosial ekonominya lebih tinggi. Hal ini tentu saja dapat mengakibatkan naiknya status sosial ekonomi wanita tersebut.
Contoh : Seorang wanita yang berstatus sosial rendah menikah dengan orang yang berstatus sosial tinggi.
8. Organisasi Keolahragaan
Melalui organisasi keolahragaan, seseorang dapat meningkatkan ke strata yang lebih tinggi.
Contoh : olahragawan yang mendapatkan medali emas dalam suatu kejuaraan maka ia akan naik status sosialnya.

12. Jelaskan disertai contoh 5 cara meningkatkan status sosial !
Jawab :
a. Perubahan Standar Hidup
Kenaikan penghasilan seseorang tidak otomatis menaikkan status seseorang, tetapi akan merefleksikan standar hidup yang lebih baik sehingga dapat berpengaruh pada peningkatan status. Misalnya, seseorang yang memiliki mobil akan dipandang memiliki status yang lebih tinggi.
b. Perubahan Nama
Mobilitas sosial dapat dilakukan dengan cara mengubah nama, karena dalam masyarakat sebuah nama diidentifikasikan pada posisi sosial tertentu. Misalnya seseorang mencari gelar untuk mengubah namanya menjadi berstatus sosial yang lebih tinggi.

c. Perubahan Tempat Tinggal
Seseorang dapat berpindah tempat tinggalnya dari yang lama ke baru dengan fasilitas lebih baik dalam rangka meningkatkan satatus sosial. Misalnya, tinggal di perumahan mewah akan dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi.
d. Perubahan Tingkah Laku
Seseorang yang berusaha menaikkan status sosialnya, akan berusaha mempraktikkan bentuk-bentuk tingkah laku dan sifat dari kelas yang lebih tinggi. Misalnya seorang anak muda yang bergaya layaknya seorang artis.
e. Bergabung dengan Organisasi Tertentu
Untuk meningkatkan status sosialnya, seseorang bisa melibatkan diri dengan salah satu organisasi tertentu, misalnya mengikuti kelompok hobi motor besar yang berkelas.

13. Jelaskan disertai contoh 3 dampak positif mobilitas sosial !
Jawab :
a. Mendorong Seseorang untuk Lebih Maju
Terbukanya kesempatan untuk pindah dari strata satu ke strata yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi diri seseorang untuk maju dalam berprestasi agar memperoleh status yang lebih tinggi.
Contoh : Seorang pemulung yang berusaha keras untuk berprestasi di sekolah.
b. Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Masyarakat ke Arah yang Lebih Baik
Dengan mobilitas, masyarakat selalu dinamis bergerak maju pencapaian tujuan yang diinginkan.
Contoh : Masyarakat pergi merantau untuk mencari pekerjaan.


c. Meningkatkan Integrasi Sosial
Terjadinya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi sosial. Misalnya, seseorang yang melakukan mobilitas sosial vertikal, ia akan menyesuaikan diri dengan gaya hidup, nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh kelompok orang dengan status sosial yang baru sehingga tercipta integrasi sosial.
Contoh : Seorang yang berasal dari NTT yang pindah ke Jakarta dan bergaya hidup sesuai kehidupan di Jakarta.

14. Jelaskan disertai contoh 3 konflik sosial akibat mobilitas sosial !
Jawab :
1) Konflik Antarkelas
Apabila terjadi perbedaan kepentingan antarkelas sosial, maka bisa memicu terjadi konflik antarkelas. Keseimbangan itu berkaitan dengan berbagai kepentingan, baik kepentingan ekonomi, politik, maupun kepentingan sosial sehingga terjadi benturan kepentingan yang menimbulkan konflik antarkelas sosial.
Contoh : konflik antara majikan dan buruh dalam suatu perusahaan.
2) Konflik Antarkelompok Sosial
Konflik yang menyangkut antara kelompok satu dengan kelompok yang lainnya karena benturan nilai dan kepentingan. Konflik ini dapat berupa:
a) Konflik antara kelompok sosial yang masih tradisional dengan kelompok sosial yang modern. Misalnya, para kusir delman dan penarik becak yang lambat menyesuaikan diri dengan perubahan dapat menyebabkan konflik dengan sopir mobil angkutan umum.
b) Proses atau kelompok sosial tertentu terhadap kelompok sosial lain yang memiliki wewenang. Misalnya, demonstrasi mahasiswa yang menuntut kepada anggota dewan untuk memberantas KKN.
3) Konflik Antargenerasi
Konflik yang terjadi karenanya adanya benturan nilai dan kepentingan antara generasi yang satu dengan generasi yang lain dalam mempertahankan nilai-nilai baru yang ingin mengadakan perubahan.
Contoh : pergaulan bebas yang banyak dilakukan anak-anak muda dewasa ini sangat bertentangan dengan nilai yang dianut oleh generasi tua.
15. Jelaskan disertai contoh berkurangnya solidaritas kelompok dan timbulnya gangguan kejiwaan sebagai akibat mobilitas sosial !
Jawab :
 Berkurangnya Solidaritas Kelompok
Penyesuaian diri dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam kelas sosial yang baru merupakan langkah yang diambil oleh seseorang yang mengalami mobilitas, baik vertikal maupun horizontal. Hal ini dilakukan agar mereka bisa diterima dalam kelas sosial yang baru dan mampu menjalankan fungsi-fungsinya. Keadaan inilah yang menyebabkan orang-orang yang pindah ke lapisan yang baru akan berkurang solidaritasnya terhadap kelas sosial yang lama. Sebagai contoh, orang kaya mendadak (orang kaya baru) akan berusaha menyesuaikan diri dengan lapisan atas dalam gaya hidupnya agar bisa diterima dan dianggap sebagai bagian dari kelas sosial yang baru sehingga menjadi berkurang rasa kesetiakawanannya dengan kelompok sosial asal.

 Timbulnya Gangguan Psikologis
Mobilitas sosial dapat pula mempengaruhi kondisi psikologis seseorang, antara lain sebagai berikut :
 Menimbulkan ketakutan dan kegelisaha pada seseorang yang mengalami mobilitas menurun.
 Adanya gangguan psikologis bila seseorang turun dari jabatannya (post power syndrome).
 Mengalami frustasi atau putus asa dan malu bagi orang-orang yang ingin naik ke lapisan atas, tetapi tidak dapat mencapainya.

Contoh : Seseorang yang menjadi gila karena tidak dapat mengikuti dan beradaptasi dengan lingkungannya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Makasih, ya!
Tugas gw terbantu bgt!